11/16/10

ketika seni berkolaborasi dengan teknologi

Secara garis besar kegiatan alam bebas dapat dibedakan atas dasar tujuan melakukan kegiatan tersebut. Tujuan tersebut antara lain atas dasar tuntutan pekerjaan dan hobi. Dari kedua jenis klasifikasi yang disebutkan diatas, semuanya memerlukan peralatan yang mendukung aktifitas tersebut.

Sedangkan dari sumber lain berpendapat bahwa ekspedisi dalam perspektif komunitas pencinta alam adalah sebuah kegiatan yang dilakukan untuk beberapa tujuan tertentu yaitu untuk pendataan suatu daerah baru, penelitian hutan, untuk penjelajahan,dan kepentingan militer. Disebut ekspedisi disebapkan oleh trek jalan yang mereka buat adalah trek jalan baru yang membutuhkan beberapa skill khusus seperti membaca peta udara untuk mendapatkan trek yang paling dekat dengan cara merintis jalan yang masih liar atau belum pernah dilewati. Seorang dapat dikatakan ekspedisi bila telah bisa hidup tanpa didukung oleh orang lain. (sumber : Prasidi Widyasarjana, pengajar senior ilmu survival Wanadri).

Hal tersebut yang menjadi tantangan saya untuk meneliti aktifitas ekspedisi gunung hutan sebagai latar belakang perencanaan project ini.

Tidak bisa kita tawar lagi ekspedisi gunung hutan memerlukan peralatan yang memadai. Salah satu peralatan yang sangat dibutuhkan oleh seorang pecinta alam yang melakukan ekspedisi adalah sarana tebas (pisau).

Alat tebas ini mutlak dibutuhkan sebagai sarana perintis jalan yang akan dilewati oleh para pecinta alam. Selain sebagai sarana perintis jalan, pisau juga digunakan sebagai alat bantu membuat bivak, memotong kayu atau dahan kecil untuk kayu bakar, bahkan dalam misi pencarian orang hilang dalam sebuah kecelakaan yang biasa dilakukan oleh para team SAR professional pun membutuhkan pisau tebas.

Proyek pengembangan pisau tebas perintis ini akan berangkat dari premis ergonomi dan efektifitas operasional perintisan jalan dan berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dalam aktifitas yang dilakukan seorang pecinta alam dalam sebuah ekspedisi.

Agar tercapai tujuan desain yang optimal, maka dipertimbangkan beberapa aspek yang berkenaan dengan permasalahan. Sehingga masing-masing aspek desain harus mencapai kriteria tertentu. Beberapa kriteria yang menjadi perhatian dalam proses pencapaian desain adalah :

· Desain harus lebih nyaman dibandingkan dengan desain pisau yang digunakan sebelumnya mengingat bahwa desain ini merupakan sebuah pengembagan dari produk yang digunakan sebelumnya.
· Desain harus dapat digunakan dalam segala kondisi di gunung hutan tropis seperti keadaan didalam sungai, lumpur, maupun saat hujan.
Dalam rangka untuk meminimumkan kelelahan kerja, perlu adanya hubungan yang serasi antara kekuatan genggam (griping force) dengan ukuran handlenya. Cara paling baik untuk mencapai itu adalah dengan mengukur lebar genggaman yang dapat menghasilkan kekuatan genggam maksimum. Berikut disertakan beberapa point yang menjadi perhatian khusus saat merancang handle :
· Menyesuaikan panjang dan keliling handle dengan ukuran tangan user yang dilibatkan;
· Memperhatikan lebih teliti bahwa handle pisau merupakan perkakas kerja yang membutuhkan genggaman kuat, tidak terlalu membutuhkan genggaman presisi;
· Menghindarkan segi yang terlalu tajam untuk mencapai genggaman yang lebih kuat;
· Menghindari gaya gesek yang terjadi antara permukaan telapak tangan;
· Memperhatikan operasi kerja dengan tangan kiri maupun kanan untuk memberikan kemungkinan pergantian tangan sehingga dapat menunda kelelahan kerja terlalu dini;
· Menghindari defiasi unlar ataupun deviasi radial.


Handle
Micarta atau biasa disebut Cadillac atau plastic. Terbuat dari bahan plastic dengan tekstur menyerupai urat kayu. Mempunyai struktur yang sangat kuat. Tidak mudah melenting dibandingkan dengan jenis kayu yang biasa digunakan handle pada umumnya. Dengan padatnya serat phenolic membuat micarta semakin kuat dan tangguh. Micarta juga sangat tahan air dan tidak licin.

Blade
Material yang digunakan dalam perancangan ini adalah o1 hitachi carbon steel. Mempunyai struktur yang cukup kuat dengan harga terjangkau. Namun pengolahan logam tersebut harus tepat sehingga membuahkan hasil yang maksimal.

Perupaan
Tujuan penerapan citra desain pada produk adalah sebagai berikut:
1. Memberikan selling value (added value) pada desain;
2. Memberikan impresi kewaspadaan.

Unsur-unsur perupaan:
1. Garis dan bentuk; mengkuti konsepsi ergonomi dan fungsi yang diterapkan.
Warna; merupakan unsur visual yang aplikasinya dapat disesuaikan dengan kondisi tertentu.. Namun warna yang akan diterapkan dapat dijabarkan sebagai warna yang tidak cepat mengalami pemudaran atau mudah berubah saat terkena kotoran atau debu (kaitannya dengan kriteria low-maintenance, yang hendak diterapkan pada produk).

Studi Prototype dan pengujian lapangan
Sesuai metodologi desain yang telah penulis terapkan, maka setelah dicapainya desain akhir yang telah dianalisa oleh konsultan yang kompeten dibidangnya, desain akhir tersebut bias dapat direalisasikan dan diuji langsung di lokasi sebenarnya.


Nantinya dari hasil uji coba lokasi penulis dapat mendapatkan banyak saran dan masukan mengenai produk awal yang telah dirancang. Semua hasil uji coba lokasi tersebut akan menjadi sebuah tolak ukur awal demi mencapai sebuah desain yang sempurna.


Proses uji coba prototype pertama dalam perancangan ini dilakukan di Taman Buru MasSigit Kareumbi Jawa Barat. Moment ini bertepatan dengan adanya sekolah SAR Wanadri. Kegiatan ini kebetulan sangat membutuhkan adanya sebuah sarana tebas berkaitan dengan perintisan jalan. Hal ini sangat berguna bagi pengujian produk yang dirancang.


Proses studi ini merupakan sebuah proses penyempurnaan yang dilakukan oleh penulis. Penyelesaian beberapa aspek yang belum sempurna penggunaannya.


Produk hasil rancangan ini akan direvisi segala kekurangannya sehingga penulis dapat memperbaikinya dan produk akan menjadi lebih baik.



terimakasih sebesar-besarnya kepada :

M. Arif Waskito., M.Ds.
Bima Prasena Barkahilah., Sip. (WANADRI)
Momon Ruchatman (T. KARDIN PISAU INDONESIA)
Indra Hastoadi Nugroho, ST. MSc.
(MATERIAL STRUCTURE and SHOCKING IMPACT ANALYSIS)
Riza Adriansyah Putra (CALORI ANALYSIS)













javasmith

Kontribusi saya seorang putra bangsa indonesia kepada dunia pisau dan seni rupa, dengan mengolah bentuk pisau sehingga jadilah sebuah pisau yg indah, pisau yang mengangkat nilai2 budaya bangsa indonesia, saya sangat percaya akan budaya bangsa indonesia yang beragam dan masih banyak sekali yang belum diketahui umum, dengan ridho allah swt ijin kan saya berkarya dengan sebuah misi budaya memperkenalkan harta budaya bangsa kita, saya percaya indonesia bisa.